![]() |
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3 :
1.
AYU PUTRI
2.
NAILI KHOIRIYAH
3.
NILAM RAUDATUN
ADAWIAH
DOSEN PENGAMPU
ROMADON,S.PD.M.PD
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
DIAN CIPTA
CENDIKIA KOTABUMI
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan Makalah ini. Shalawat dan salam
selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw
Makalah ini berisikan
tentang Profesionalisme Kerja. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan
informasi dan menambah wawasan kepada kita semua
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.
Kotabumi, April 2019
Penulis
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PEMBAHASAN 4
1.1 Profesionalisme
Kerja 4
1.1.1 Ciri Profesionalisme 4
1.1.2 Empat
perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley 5
1.1.3 Syarat
profesionalisme 6
1.1.4 7 Strategi atau
cara menjadi seorang yang profesional 6
1.1.5 Prinsip-prinsip
Perilaku Profesionalisme 7
1.1.6 Empat
prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland 8
BAB II PENUTUP 9
DAFTAR PUSTAKA 10
BAB
I PEMBAHASAN
1.1
PROFESIONALISME KERJA
Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian
khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh
penghasilan.
Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno,1975) :
• Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
• Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
• Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran,
cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat
pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada
profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme
adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional
(Longman, 1987).
Menurut kami Profesional itu sendiri berarti adalah seorang Pekerja yang menjalankan profesi. Namun kita sering
mengartikan bahwa SIKAP PROFESIONAL itu adalah suatu sikap yang harus didirikan
dalam diri kita dalam arti sikap DISIPLIN,KONSISTEN,dan BEKERJA KERAS.
Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif,
artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan
bertindak.
1.1.1 Ciri-ciri
profesionalisme
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai
ideal.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan
profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan
keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah
perusahaan tidak akan bertahan lama dan langgeng, karena jiwa profesionalisme
inilah yang menghidupkan setiap aktivitas-aktivitas yang ada didalamnya.
Seseorang akan terasa percuma jiwa PROFESIONAL nya bila orang tersebut tidak
mempunyai sebuah PROFESI. sedang kan profesi itu bisa didapat dengan cara
pendidikan atau pelatihan khusus dan disamping itu pendidikan dan pelatihan
khusus yang didapat nya akan terasa percuma bila orang tersebut belum mendapat
unsur semangat kerja atau panggilan profesi.
Dalam hal ini seorang
profesional akan lebih baik jika mempunyai watak seperti di bawah ini.
1. Seorang
profesional harus beritikad atau bertekad untuk merealisasikan profesi yang
sedang di gelutinya.dan alangkah lebih baik seorang profesional tidak selalu
mementingakn atau mengharapakan imbalan,uah atau materil.
2. Kerja seorang
profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas dan
terpercaya agar client tidak kecewa dengan hasil kinerja kita.
3. Seorang
profesional selalu diukur kualitas teknis dan kualitas moral. Bila dua kualitas
tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan sudah profesional.
1.1.2 Empat perspektif dalam mengukur
profesionalisme menurut gilley :
1. Pendekatan Berorientasi filosofis Pendekatan lambang profesional,
pendekatan sikap Individu dan electic.
2.Pendekatan perkembangan bertahap individu (dengan minat
bersama)berkumpul, kemudian mengidentifikasian dan mengadopsi ilmu, untuk
membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi,
serta menentukan kode etik untuk merevisi persyaratan.
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, setifikasi keahlian.
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, setifikasi keahlian.
4. pendekatan berorientasi non- tradisional mampu melihat dan merumuskan
karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.
1.1.3 Syarat
profesionalisme yaitu :
a.
Dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya
b.
Penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis
c.
Pengembangan kemampuan profesional yang berkesinambungan.
1.1.4 7 Strategi atau
cara menjadi seorang yang profesional:
1.
Kembangkan keahlian (Expert)
2.
Mahir membangun hubungan (Relationship)
3.
Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)
4.
Hasilkan yang terbaik (Excellent)
5.
Berpenampilan menarik (Good Looking)
6.
Kehidupan yang seimbang (Balance of life)
7.
Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)
1.1.5 Prinsip-prinsip
Perilaku Profesionalisme
Prinsip-prinsip
perilaku profesionalisme adalah sebagai berikut:
1.
Tanggung jawab
Dalam melaksanakan
tanggung jawabnya sebagai professional hendaklah melaksanakan pertimbangan professional dan moral seluruh
keluarga.
2.
Kepentingan publik
Harus menerima kewajiban
untuk bertindak dalam melayani
kepentingan publik, menghormati
kepercayaan publik
3.
Integritas
Untuk mempertahankan
dan memperluas publik maka harus
melaksanakan seluruh tanggung
jawab professional.
4.
Obyektifitas dan Independent
Seseorang professional
harus mampu mempertahankan obyektifitas
dan bebas darikonflik.
5.
Kecermatan dan keseksamaan
Anggota harus
mengamati standar teknis dan standar etnik profesi.
6.
Lingkup dan sifat produk jasa
Seseorang professional
dalam praktik publik harus mengamati prinsip
perilaku
professional dalam
menentukan lingkup dan sikap produk dan jasa yang diberikan.
1.1.6 Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan
Enggland :
a. Pendekatan berorientasi Filosofis Pendekatan lambang profesional,pendekatan sikap individu dan pendekatan electic.
a. Pendekatan berorientasi Filosofis Pendekatan lambang profesional,pendekatan sikap individu dan pendekatan electic.
b. Pendekatan
perkembangan bertahap individu (dengan minat sama) berkumpul ->mengidentifikasi
dan mengadopsi ilmu -> membentuk organisasi profesi -> membuat kesepakatan
persyaratan profesi -> menentukan kode etik -> merevisi persyaratan.
c. Pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah,pengetahuan yang terorganisir, keahlian dan kompetensi khusus,tingkat pendidikan minimal,sertifikasi keahlian.
c. Pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah,pengetahuan yang terorganisir, keahlian dan kompetensi khusus,tingkat pendidikan minimal,sertifikasi keahlian.
d. Pendekatan
berorientasi non-tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik
dan kebutuhan sebuah profesi
Contoh sikap
profesionalisme dalam bekerja
1. Profesional dalam bidang IT.
2. Profesional di bidang perguruan
3. Profesional
di bidang perniagaan
BAB II
PENUTUP
Profesionalisme kerja
merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang
menandai atau melukiskan coraknya suatu “Profesi”. Profesionalisme kerja
mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau
sebagai sumber kehidupan. Dan juga sering disebut sifat-sifat (kemampuan,
kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain lain) atau tingkah laku, kepakaran
dan kualiti dari seseorang yang professional. Seseorang yang professional akan
berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan kepuasan kepada diri
sendri dan orang lain yang berhubungan dengan profesinya.
Menjadi seorang Profesional
bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk mencapainya, diperlukan usaha yang keras,
karena ukuran Profesionalitas seseorang akan dilihat dari 2 sisi, yakni Teknis
Keterampilan atau keahlian yang dimilikinya, serta hal-hal yang berhubungan
dengan sifat, watak dan kepribadiannya.
Sedangkan implementasi
profesionalisme kerja dalam memajukan suatu lembaga adalah seseorang yang
profesional dalam bidangnya maka ia akan mampu memajukan suatu lembaga yang
dipimpinya, karena seseorang yang memiliki profesionalisme kerja tinggi akan mampu memanage dirinya dalam hal kemampuan,
kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain lain.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment