Wednesday, July 17, 2019

PROFESIONALIME KERJA


Description: images.jpg
 









DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3 :
1.    AYU PUTRI
2.    NAILI KHOIRIYAH
3.    NILAM RAUDATUN ADAWIAH

DOSEN PENGAMPU
ROMADON,S.PD.M.PD

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
DIAN CIPTA CENDIKIA KOTABUMI
2019


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan Makalah ini. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw
Makalah ini berisikan tentang Profesionalisme Kerja. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi dan menambah wawasan kepada kita semua
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Kotabumi,       April 2019

Penulis










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                        ii
DAFTAR ISI                                                                                                      iii
BAB I PEMBAHASAN                                                                                                 4
            1.1 Profesionalisme Kerja                                                                   4
1.1.1 Ciri Profesionalisme                                                           4
1.1.2 Empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley                                                                                     5
1.1.3 Syarat profesionalisme                                                       6
1.1.4 7 Strategi atau cara menjadi seorang yang profesional    6
1.1.5 Prinsip-prinsip Perilaku Profesionalisme                            7
1.1.6 Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland                                                             8
BAB II PENUTUP                                                                                             9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          10
           










BAB I PEMBAHASAN

1.1          PROFESIONALISME KERJA

Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan.
Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno,1975) :
• Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
• Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
• Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Menurut kami Profesional itu sendiri berarti adalah seorang Pekerja yang menjalankan profesi. Namun kita sering mengartikan bahwa SIKAP PROFESIONAL itu adalah suatu sikap yang harus didirikan dalam diri kita dalam arti sikap DISIPLIN,KONSISTEN,dan BEKERJA KERAS.
Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.

1.1.1 Ciri-ciri profesionalisme
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion

Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama dan langgeng, karena jiwa profesionalisme inilah yang menghidupkan setiap aktivitas-aktivitas yang ada didalamnya. Seseorang akan terasa percuma jiwa PROFESIONAL nya bila orang tersebut tidak mempunyai sebuah PROFESI. sedang kan profesi itu bisa didapat dengan cara pendidikan atau pelatihan khusus dan disamping itu pendidikan dan pelatihan khusus yang didapat nya akan terasa percuma bila orang tersebut belum mendapat unsur semangat kerja atau panggilan profesi.

Dalam hal ini seorang profesional akan lebih baik jika mempunyai watak seperti di bawah ini.
1.  Seorang profesional harus beritikad atau bertekad untuk merealisasikan profesi yang sedang di gelutinya.dan alangkah lebih baik seorang profesional tidak selalu mementingakn atau mengharapakan imbalan,uah atau materil.
2.  Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas dan terpercaya agar client tidak kecewa dengan hasil kinerja kita.
3.  Seorang profesional selalu diukur kualitas teknis dan kualitas moral. Bila dua kualitas tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan sudah profesional.




       1.1.2 Empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley :
1. Pendekatan Berorientasi filosofis Pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
2.Pendekatan perkembangan bertahap individu (dengan minat bersama)berkumpul, kemudian mengidentifikasian dan mengadopsi ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk merevisi persyaratan.
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, setifikasi keahlian.
4. pendekatan berorientasi non- tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.

1.1.3 Syarat profesionalisme yaitu :
a.      Dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya
b.      Penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis
c.       Pengembangan kemampuan profesional yang berkesinambungan.

1.1.4 7 Strategi atau cara menjadi seorang yang profesional: 
1.      Kembangkan keahlian (Expert)
2.      Mahir membangun hubungan (Relationship)
3.      Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)
4.      Hasilkan yang terbaik (Excellent)
5.      Berpenampilan menarik (Good Looking)
6.      Kehidupan yang seimbang (Balance of life)
7.      Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)





1.1.5 Prinsip-prinsip Perilaku Profesionalisme
Prinsip-prinsip perilaku profesionalisme adalah sebagai berikut:
1.      Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional hendaklah melaksanakan  pertimbangan professional dan moral seluruh keluarga.
2.      Kepentingan publik
Harus menerima kewajiban untuk bertindak dalam melayani
kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik
3.       Integritas
Untuk mempertahankan dan memperluas publik maka harus
melaksanakan seluruh tanggung jawab professional.
4.      Obyektifitas dan Independent
Seseorang professional harus mampu mempertahankan obyektifitas
dan bebas darikonflik.
5.      Kecermatan dan keseksamaan
Anggota harus mengamati standar teknis dan standar etnik profesi.
6.      Lingkup dan sifat produk jasa
Seseorang professional dalam praktik publik harus mengamati prinsip
perilaku
professional dalam menentukan lingkup dan sikap produk dan jasa yang diberikan.







1.1.6 Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland :
a. Pendekatan berorientasi Filosofis Pendekatan lambang profesional,pendekatan sikap individu dan pendekatan electic.
b. Pendekatan perkembangan bertahap individu (dengan minat sama) berkumpul ->mengidentifikasi dan mengadopsi ilmu -> membentuk organisasi profesi -> membuat kesepakatan persyaratan profesi -> menentukan kode etik -> merevisi persyaratan.
c. Pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah,pengetahuan yang terorganisir, keahlian dan kompetensi khusus,tingkat pendidikan minimal,sertifikasi keahlian.
d. Pendekatan berorientasi non-tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi
Contoh sikap profesionalisme dalam bekerja
1.   Profesional dalam bidang IT.
2.   Profesional di bidang perguruan
3.   Profesional di bidang perniagaan













BAB II PENUTUP
Profesionalisme kerja merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “Profesi”. Profesionalisme kerja mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber kehidupan. Dan juga sering disebut sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain lain) atau tingkah laku, kepakaran dan kualiti dari seseorang yang professional. Seseorang yang professional akan berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan kepuasan kepada diri sendri dan orang lain yang berhubungan dengan profesinya.
            Menjadi seorang Profesional bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk mencapainya, diperlukan usaha yang keras, karena ukuran Profesionalitas seseorang akan dilihat dari 2 sisi, yakni Teknis Keterampilan atau keahlian yang dimilikinya, serta hal-hal yang berhubungan dengan sifat, watak dan kepribadiannya.
Sedangkan implementasi profesionalisme kerja dalam memajukan suatu lembaga adalah seseorang yang profesional dalam bidangnya maka ia akan mampu memajukan suatu lembaga yang dipimpinya, karena seseorang yang memiliki profesionalisme kerja tinggi  akan mampu memanage dirinya dalam hal kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain lain.







DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Post a Comment

KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN

Kebaikan, Kebajikan Dan Kebahagiaan MAKALAH ETIKA PROFESI “KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN”     Disusun Oleh : ...