Showing posts with label JENJANG KARIR KERJA DAN PENILAIAN KERJA. Show all posts
Showing posts with label JENJANG KARIR KERJA DAN PENILAIAN KERJA. Show all posts

Wednesday, July 17, 2019

JENJANG KARIR KERJA DAN PENILAIAN KERJA



Description: 20171030175316.png


Mata Kuliah              :  Pengantar Dunia Kerja
Kelas                           :  17si01js
Dosen Pengampu      :  Romadon,Spd,M.Pd
 
                            Disusun Oeleh :
   1.  Diki Wahyudi
                                                   2.   Indro Susanto 
                                                   3.   Sofian Alex


SEKOLAH TIGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
DIAN CIPTA CENDIKIA KOTABUMI
TAHUN 2019


JENJANG KARIR KERJA DAN PENILAIAN KERJA

Definisi jenjang karir kerja dan penilaian kerja.

yaitu didefinisikan sebagai catatan outcomes yang dihasilkan pada fungsi atau aktivitas pekerjaan tertentu selama periode waktu tertentu (Bernardin & Russel, 1998).
sedangkan jenjang karir merupakan suatu sistem untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme perawat sesuai bidang pekerjaannya melalui peningkatan kompetensi.

  • Penilaian kinerja merupakan proses di mana kontribusi karyawan terhadap organisasi selama periode tertentu dinilai (Fisher, et at, 1990). 
  • Menurut Dessler (2000), penilaian kinerja adalah (usaha) mengevaluasi kinerja karyawan pada saat ini dan masa lalu dikaitkan dengan standar kerjanya. 
  • Noe, et al, (2000) mendefinisikan pengertian kinerja yang lebih strategis, menurutnya penilaian kinerja hanya merupakan salah satu bagian dari proses manajemen kinerja secara luas.  Manajemen kinerja adalah suatu proses di mana manajer yakin bahwa aktivitas dan output karyawan telah sesuai dengan sasaran organisasi.
           Atas pengertian diatas, system manajemen kinerja mencakup tiga bagian, yaitu:
1.       Pendifinisian kinerja 
2.       Proses pengukuran kinerja 
3.       Pemberian umpan balik informasi kinerja   



Tujuan Penilaian Kinerja
Secara spesifik tujuan dari penilaian kinerja adalah :
1. Sebagai dasar pengambilan keputusan,
2. Sebagai dasar meramanlkan kinerja dengan cara mengkorelasikan hasil tes dengan hasil penilaian kinerja.
3. Memberikan umpan balik kepada karyawan, sehingga penilaian kinerja dapat berfungsi sebagai wahana pengembangan diri dan pengembangan karier karyawan.
4. Bila kebutuhan pengembangan pekerjaan dapat diidentifikasikan, maka penilaian kinerja dapat membantu menentukan tujuan program pelatihan.
5. Jika kinerja karyawan dapat ditentukan secara tepat, maka penilaian kinerja dapat membantu mendiagnosis masalah organisasi.

Fungsi Penilaian Kinerja
Menurut Byars dan Rue (1997), fungsi penialaian kinerja adalah untuk pembuatan keputusan administrative yang berkaitan dengan promosi, pemberhentian, pemutusan hubungan kerja dan peningkatan upah berdasarkan atas jasa karyawan.
Fungsi lain dari penilaian kinerja adalah untuk mendorong peningkatan kinerja. Dalam hal ini, penilaian kinerja digunakan sebagai sarana komunikasi dengan karyawan mengenai bagaimana mereka bekerja dan sarana apa yang diperlukan untuk mengubah perilaku dan sikap, serta sarana untuk mengembangkan keahlian dan pengetahuan mereka.



Proses Penilaian Kinerja
Menurut Ivancevich (1992), kemampuan menghasilkan data yang akurat dan reliable akan meningkatk jika mengikuti suatu proses sistematis yang terdiri dari 6 (enam) langkah, yaitu :
a. Mengadakan standar kinerja untuk setiap posisi dan criteria evaluasianya,
b. Mengadakan kebijaksanaan evaluasi kinerja berkaitan dengan kapan penilaian dilakukan, seberapa sering dan siapa yang harus menilai,
c. Memiliki penilaian yang mengumpulkan data kinerja karyawan,
d. Memiliki penilaian yang mengevaluasi kinerja karyawan,
e. Mendiskusikan evaluasi tersebut dengan karyawan,
f. Membuat keputusan dan menyimpan hasil evaluasi tersebut.

Dimensi kinerja atas karyawan yang dinilai disebut dengan criteria evaluasi. Menurut Ivancevich (1992), suatu criteria yang efektif harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Relevan. Suatu pengukuran kinerja harus sesuai dengan output aktual.
b. Sensitivitas. Suatu criteria harus dapat mencerminkan perbedaan antara orang yang berkinerja tinggi dan yang berkinerja rendah.
c. Praktis. Kriteria harus mudah diukur, dan pengumpulan data dilakukan secara efisien.

Beberapa pihak yang dijadikan sebagai penilai dalam menilai kinerja karyawan antara lain :
a. Dinilai dari suatu komite dari beberapa atasan
b. Dinilai oleh teman kerja (Peer)
c. Dinilai oleh bawahan
d. Dinilai oleh orang dari luar (teknik reviu lapangan)
e. Dinilai oleh diri sendiri (Self-evaluation)
f. Dinilai dengan kombinasi pendekatan
g. Penilaian kinerja 360o













Metode Penilaian Kinerja
Neo, et al. (2000), mengemukakan sejumlah pendekatan untuk megukur kinerja karyawan serta perbandingan secara menyeluruh diantara kinerja karyawan sebagai berikut :
1.  Pendekatan Komparatif
Untuk mengukur kinerja berisikan teknik-teknik yang menuntut penilai membandingkan individu dengan individu lain. Terdapat tiga teknik yang masuk kedalam pendekatan ini, yaitu :
a.    Ranking
b.    Forced Distribution
c.    Paired comparison (Pembandingan berpasangan)
2.    Pendekatan Atribut
     Memusatkan perhatiannya pada sejauh mana individu memiliki atribut tertentu (ciri      atau sifat) yang diyakini diperlukan untuk keberhasilan perusahaan.
3.    Pendekatan Keprilakuan
 Tiga teknik yang termasuk ke dalam pendekatan keperilakuan (Noe, et al. 2000), yaitu :
a.    Insiden kritis (Critical incidents)
b.    Skala penilaian berdasarkan perilaku (Behaviorally Anchored Ratting Scales/BARS)

4.   Manajemen Berdasarkan Sasaran (Management By Objectives/MBO)
Lebih umum digunakan untuk professional dan karyawan manajerial. Proses MBO            secara khusus berisi langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Tinjauan pekerjaan dan kesepakatan
b.    Pengembangan standar kinerja
c.    Penetapan tujuan yang terarah
d.   Diskusi kinerja yang berkelanjutan.

KESIMPULAN
Penilaian kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikatorindikator input, output, hasil, manfaat, dan dampak. Penilaian tersebut tidak terlepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah input menjadi output atau penilaian dalam proses penyusunan kebijakan atau program yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran dan tujuan. Penilaian kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi perusahaan.


Study Account
Really Account

KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN

Kebaikan, Kebajikan Dan Kebahagiaan MAKALAH ETIKA PROFESI “KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN”     Disusun Oleh : ...