Wednesday, July 17, 2019

PERAN IQ, EQ DAN CQ DALAM PERKEMBANGAN PROFESI


MAKALAH
Makalah Ini Digunakan Untuk Memenuhi
Tugas Kelompok Mata kuliah
Etika Profesi
Description: C:\Users\acer\Downloads\logodcc-baru-300x300.png
Disusun Oleh :
KELOMPOK 4
Elisa Ayu Putri                     18071011P
Indah Permata Sari.          18071005P
Mita Ariyanti                       17071042

Jurusan Sistem Informasi
STMIK DCC KOTABUMI
Tahun 2019


KATA PENGANTAR


Puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan HidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana dengan judulPeran IQ, EQ, dan CQ,  dalam Pengembangan Profesi, semoga makalah ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi pembacanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada Pembimbing Mata Kuliah Etika Profesi yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan laporan selanjutanya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Kotabumi, 30 Mei 2019         




Penulis                                    










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .....................................................................................                     i

DAFTAR ISI ...................................................................................................                      ii

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang ................................................................................................          1
B.     Rumusan masalah ............................................................................................          1
C.     Tujuan ..............................................................................................................          1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian IQ, EQ, dan CQ ............................................................................          3
1.      IQ (Intelligent Quotient) .................................................................................          3
2.      EQ (Emotional Quotient) ................................................................................          4
3.      CQ (Creativity Quotient) ................................................................................           9

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ......................................................................................................         15

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................          16

LAMPIRAN...................................................................................................          17










BAB I
PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang
Derasnya laju informasi, ilmu pengetahuan dan tekhnologi memicu dan memacu setiap orang untuk menjadi cerdas. Banyak orang tua yang berburu jasa kursus, pelatihan, bimbingan belajar dan lain sebagainya untuk mencerdaskan anak mereka. Dalam hal ini, kecerdasan di definisikan sangat sederhana, yakni jika anak 2 tahun telah mampu mengeja sederet kata bahkan sederet kalimat dengan baik, maka Ia dikatakan sebagai anak yang cerdas karena banyak anak lain pada usia tersebut belum mampu melakukannya.
Menurut Daniel goleman (Emotional Intelligent: 1996) “ orang yang mempunyai IQ tinggi tetapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar disbanding dengan orang yang IQ-nya rata-rata tetapi EQ-nyatinggi”. Artinya bahwa penggunaaan EQ atau sering disebut olahrasa menjadi hal yang sangat penting yang dalam dunia kerja berperan dalam kesuksesan karir seseorang, yakni 85% EQ dan 15% IQ. Jadi peran EQ sangat siginifikan.
Kita perlu mengembangkan IQ menyangkut pengetahuan dan keterampilan, namun kita juga harus menampilkan EQ yang sebaik-baiknya karena EQ harus dilatih., jadi yang ideal memang kita perlu menyeimbangkan antara EQ, IQ, dan CQ.
Oleh karena itu, dalam makalah ini kami sangat tertarik mengkaji tentang peran EQ, IQ,  dan CQ dalam perkembangan profesi yang sangat besar pengaruhnya terhadap dunia kerja.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan peran IQ, EQ, dan CQ bagi perkembangan profesi?

C.    Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian dan peran IQ, EQ, dan CQ terhadap perkembangan profesi.


BAB II
PEMBAHASAN
1.      IQ
Menurut Marten Pali, “Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif”. (Solihin, 2013: 131).

a.      PENGUKURAN/ KLASIFIKASI IQ:
            Very Superior              : 130-
            Superior                       : 120-129
            Bright normal              : 110-119
            Average                       : 90-109
            Dull Normal                : 80-89
            Borderline                   : 70-79
            Mental Detective        : 68- Bellow

b.      CIRI KHAS IQ:
-          Logis
-          Rasional
-          Linear
-          Sistematis

Dengan memiliki IQ yang baik dan terstandar maka masing-masing individu memiliki kemantapan pemahaman tentang potensi diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya sebagai pelaksana / pelaku profesi.





2.      EQ (Emotional Quotient)
Dalam Moh Solihin (Etika Profesi keguruan, 2013: 133) kecerdasan emosi dapat didefinisikan:
a.       Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain (Daniel Goldman)
b.      Kemampuan mengerti dan mengandalikan emosi (Peter Salovely & John Mayer)
c.       Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan-kekuatan, ketajaman, emosi sebagai sumber energy, informasi, dan pengaruh (Cooper &Sawaf).
d.      Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, adaptasi sosial (Seagel).
Aspek EQ (Salovely& Goldman) ada lima, yaitu:
a.       Kemampuan mengenal diri (kesadarandiri).
b.      Kemampuan mengelolaemosi (penguasaandiri).
c.       Kemampuan memotivasi diri.
d.      Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
e.       Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati).
Moh Solihin menyimpulkan ciri-ciri perilaku cerdas emosi sebagai berikut:
a.       Menghargai emosi negative orang lain.
b.      Sabarmeng hadapi emosi negative orang lain.
c.       Sadar dan menghargai emosi diri-sendiri.
d.      Emosi negative untuk membinan hubungaan.
e.       Peka terhadap emosi orang lain.
f.       Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
g.      Tidak menganggap lucu emosi orang lain.
h.      Tidak memaksa apa yang harus dirasakan.
i.        Tidak harus membereskan emosi orang lain.
j.        Saat emosional adalah saat mendengarkan.
Emotional Quotient (EQ) mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan professional. EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi. Alasan utamanya adalah masyarakat percaya bahwa emosi-emosi sebagaimana salah pribadi dan tidak memiliki tempat di luar inti batin seseorang juga batas-batas keluarga.
Dr. Daniel Goleman dalam Moh Solihin (2013: 135) berasumsi betapa pentingnya peran EQ dalam kesuksesan pribadi dan professional, yakni:
·         90% prestasi kerja ditentukan oleh EQ
·         Pengetahuan dan teknis hanya berkontribusi 4%
·         Dari banyak penelitian didapatkan hasil bahwa individu yang mempunyai IQ tinggi menunjukkan criteria buruk dalam pekerjaan, sementara yang ber-IQ rendah justru sangat berprestasi. Hal ini dikarenakan individu yang mempunyai IQ tinggi seringkali memiliki sifat-sifat menyesatkan sebagai berikut:
-          Yakin tahu semua hal.
-          Sering menggunakan pikiran untuk menalar bukan untuk merasakan.
-          Meyakini bahwa IQ lebih penting disbanding EQ.
-          Sering membuat prioritas-prioritas yang merusak kesehatan diri sendiri.

4.      CQ (CRETIVITY QUOTIENT) KECERDASAN KREATIVITAS
Faid Poniman, Indrawan Nugrogo, Jamil Azzaini (2007:224) menyatakan bahwa creativity quotient diukur untuk mengetahui tingkat kreatifitas seseorang.
            Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan suatu yang penemu-penemu baru dalam bidang ilmu dan tekhnologi serta semua bidang usaha lainnya (Moh Solihin, 2013:142)
Lima Ciri Kreatifitas (Guil Ford dalam Moh Solihin, 2013:142)
a.       KELANCARAN; kemampuan memproduksi banyak ide
b.      KELUWESAN; kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalan pemecahan masalah
c.       KEASLIAN; kemampuan untuk menghasilkan gagasan orisinil
d.      PENGURAIAN; kemampuan mengurangi sesuatu secara terperinci
e.       PERUMUSAN KEMBALI; kemapuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim
Kreativitas adalah kemampua untuk mencipta dan berkreasi, tidak ada satupun pernyataan yang dapay diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi itu timbul Moh Solihin (2013:142).
Ada dua unsur kreativitas:
a.       Kepasihan yang ditunjukan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan dan ide-ide  pemecahan masalah secara lancar dan cepat.
b.      Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menentukan gagasan atau ide yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.
Seorang manusia yang kreatif akan terbuka fikiran dan imajinassinya, gagsn sendiri maupun orang lain. Beberapa pengamat yang memiliki rasa humor merakasan bahwa manusia butuhkan untuk menciptatakan sesuatu yang berasal dari keinginannya untuk hidup diluar kemampuan merreka. Namun penelitian mengungkapkan bahwasannya manusia berkreasi adalah karena adanya kebutuhan dasar, seperti keamanan, cinta dan penghargaan.
Seseorang termotivasi untuk berkreasi oleh lingkungannya dan manfaat dari berkreasi seperti hidup yang lebih menyenangkan, kepercayaan diri yang lebih besar, kegembiraan hidup dan kemungkinan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
a.       Hambatan Untuk Menjadi lebih Kreatif
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang yang seharusnya berfikir kreatif tetapi terhambat misalnya karena faktor kebiasaan, waktu, bbanyak masalah, tidak ada masalah takut gagal, kebuuhan akan sebuah jawaban sekarang, kegiatan mental yang sulit diarahkan, takut bersenang0senang, dan juga karena ritik dari orang lain.
Moh Solihin (2013:143) mengatakan bahwa ada beberapa cara memunculkan gagasan kreatif:
1)      Kuantitas Gagasan
Tekhnik-tekhnik kreatif dalam berbagai tingkatan keseluruhannya bersandar pada pengembangan pertama sejumlah gagasan sebagaisuatu cara untuk memperoleh gagasan yang baik dan kreatif. Akan tetapi bila masalahnya besar dimana kita ingin mendapatkan pemecahan baru dan orisinil maka kita membutuhkan banyak gagasan untuk dipilih.
2)      Tekhnik Brainstorming
Merupakan cara yang banyak digunakan, tetapi juga merupakan tekhnik pemecahan kreatif yang tidak banyak dipahami. Tekhnik ini cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinil untuk menambah jumlah gagasan konvensional yang ada.
3)      Sinektik
Suatu metode atau proses yang menggunakan metafora dan analogi untuk menghasilkan gagasan kreatif atau wawassan segar kedalam permasalahan, maka proses sinektik mencoba membuat yang asing menjadi akrab dan juga sebaliknya.
4)      Memfokuskan Tujuan
Membuat seolah-oleh apa yag diinginkan akan terjadi besok, telah terjadi saat ini dengan melakukan visualisasi yang kuat.
SDM sebagai pelaksana dengan suatu profesi dengan tingkat kecerdasan kreativitas (CQ) yang tinggi adalah mereka yang kreatif, dan dapat mampu mencari dan menciptakan terobosan-terobosan dalam membatasi berbagai kendala atau permasalahan yang muncul dalam lembaga yang digeluti.karena seorang pelaksana profesi yang inin mencapai nilai-nilai profesional haruslah mempunyai CQ yang tingi karena agar mampu menghasilkan ide-ide baru atau orsinil dalam meningkatkan daya saing dalam dunia kerjanya dan lebih luas lagi daya saing di era globalisasi.



















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
IQ merupakan keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
Emotional Quotient EQ mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan professional. EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi.
CQ merupakan kecerdasan kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan suatu yang penemu-penemu baru dalam bidang ilmu dan tekhnologi serta semua bidang usaha lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

Goleman, Daniel. 2006. Emotional Intelligence. Bantam Books
Solihin, Moh. 2013. EtikaProfesiKeguruan. Jember: STAIN Jember Press
Zohar, Danah. Ian Marshall. 2007. SQ; KECERDASAN SPIRITUAL. Diterjemahkan oleh;
Rahmani Astuti, Ahmad Najib Burhani.Bandung: PT Mizan Pustaka.
Imam G, M Arafat. 2015. Leader University Step by Step Leader. Kim-Ara Holdings
Groub.
Poniman, Farid. Cs. 2007. Kubik Leadership. Bandung: PT Mizan Publika.










No comments:

Post a Comment

KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN

Kebaikan, Kebajikan Dan Kebahagiaan MAKALAH ETIKA PROFESI “KEBAIKAN, KEBAJIKAN DAN KEBAHAGIAAN”     Disusun Oleh : ...