Makalah Etika Profesi

Dosen Pengampu : Romadon,S.Pd,M.Pd
Disusun oleh :
1.
|
Abdurrahman Amin
|
NPM. 170710
|
2.
|
Dimas Willy Ardiansyah
|
NPM. 17071046
|
3.
|
Iwan Suryadi
|
NPM. 170710
|
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER
DIAN CIPTA CENDIKIA KOTABUMI
TAHUN 2019
1.
Pengertian Keterampilan Negoisasi
direncanakan sebelumnya.
Struktur tersebut bisa diterapkan baik untuk negosiasi formal maupun
informal. Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak -
pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan
bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai
suatu kesepakatan melalui diskusi formal.
Negosiasi merupakan
suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan
semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.
Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama
atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.
Contoh kasus mengenai
negosiasi, seperti Christoper Columbus meyakinka. Ratu Elizhabet untuk
membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak
biaya atau sengketa pulau Sipadan dan ligitan, pulau yang berada di perbatasa
Indonesia dengan Malaysia – antara Indonesia dengan Malaysia.
Dalam advokasi terdapat
dua bentuk, yaitu formal dan informal. Bentuk formalnya,negosiasi sedangkan
bentuk informalnya disebut lobi. Proses lobi tidak terikat oleh waktu dan
tempat, serta dapat dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang
sedangkan negosiasi tidak, negosiasi terikat oleh waktu dan tempat.
Kita bernegosiasi dengan siapa saja, mulai dari isteri
atau suami, anak, orang tua, bos kita, teman dan relasi bisnis. Dan kegiatan
negosiasi kita lakukan setiap saat setiap hari. Negosiasi dapat berupa apa saja
– gaji kita, mobil dan rumah yang kita beli, biaya servis mobil, biaya liburan
keluarga, dan sebagainya. Negosiasi terjadi
ketika kita melihat bahwa orang lain memiliki atau menguasai sesuatu yang kita
inginkan. Tetapi sekedar menginginkan tidak cukup.
Kita harus
melakukan negosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari pihak lain
yang memilikinya dan yang juga mempunyai keinginan atas sesuatu yang kita
miliki. Sedangkan agar negosiasi dapat terjadi dengan sukses, kita harus juga
bersiap untuk memberikan atau merelakan sesuatu yang bernilai yang dapat kita
tukar dengan sesuatu yang kita inginkan tersebut. Dalam buku Teach
Yourself Negotiating, karangan Phil Baguley, dijelaskan tentang definisi
NEGOSIASI yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan
diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan
di masa mendatang. Sedangkan negosiasi memiliki sejumlah karakteristik utama,
yaitu:
1. senantiasa melibatkan orang – baik
sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendir atau dalam
kelompok.
2. memiliki ancaman terjadinya atau di
dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi
kesepakatan dalam akhir negosiasi.
3. sampai terjadi
kesepakatan dalam akhir negosiasi. Menggunakan cara-cara pertukaran
sesuatu –baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter).
4. Hampir selalu
berbentuk tatap-muka –yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun
ekspresi wajah.
5. Bernegosiasi biasanya
menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita
inginkan terjadi. Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang
diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah
pihak sepakat untuk tidak sepakat.
2.
Faktor Yang Menentukan Keberhasilan Negoisasi
Antara Lain:
1. Waktu persiapan yang memadai.
2. Sasaran yang jelas.
3. Informasi yang jelas
mengenai lawan negoisasi yang terlibat.
4. Startegi atau rencana
negoisasi yang jelas.
5. Penggunaan taktik,
penentuan waktu yang tepat untuk bernegoisasi.
6. Kesediaan semua pihak
yang terlibat untuk bersifat terbuka.
7. Kemauan kesepakatan
kedua belah pihak dengan hasil yang jelas disertai pencatatan.
8. Kesepakatan benar -
benar dilaksanakan.
3. Keterampilan -
Keterampilan Bernegoisasi
Berikut ini, adalah keterampilan - keterampilan dasar dalam bernegosiasi,:Keterampilan Bernegosiasi Keberhasilan atau kesuksesan dalam
bernegosiasi dapat ditentukan oleh berbagai faktor penting,diantaranya adalah
keterampilan seseorang negosiator dalam bernegosiasi dengan pihak lawan
negosiasi. Menurut Hartman,ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan
dalam ketrampilan bernegosiasi (negotiation skills)antara lain.
a. Persiapan
Persiapan yang baik merupakan salah satu kunci sukses negosiasi. Tanpa
persiapan yang baik,hasil yang diperoleh dalam bernegosiasi tidak akan
memuaskan kedua belah pihak atau bahkan mengalami kegagalan yang pada akhirnya
menimbulkan kekecewaan bagi kedua belah pihak.
b. Memulai Negosiasi
Bagaimana memulai bernegosiasi? Ada beberapa hal penting yang perlu
diperhatikan dalam memulai bernegosiasi,antara lain: memilih waktu yang tepat,
tempat yang tepat, pengaturan tempat duduk yang tepat, menciptakan suasana yang
positif dan santai, menetapkan agenda, meumusakn tawaran / posisi pembuka,
menghadapi konflik, berkomunikasi secar efektif, meningkatkan ktrampilan
mendengarka, peringatan, menciptakan kesepakatan dengan lebih cepat.
c.
Strategi dan
teknik Menurut kamus Webster,
strategi dapat mendefinisikan sebagai rencana atau metode yang teliti atau
tipu daya cerdik. Sedangkan yang dimaksud dengan taktik lebih mengacu pada
setiap metode yng digunakan untuk mencapai tujuan,yaitu mencapai kesepakatan
dalam bernegosiasi. Baik strategi maupun taktik menuntut ketrampilan khusus
dalam bernegosiasi. Negosiasi yang sukses bukan saja hasil dari perencanaan
atau persiapan yang baik, tetapi juga implementsi yang baik dari sebuah
negosiasi
d. Kompromi
sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa proses bernegosiasi melibatkan kedua
belah pihak. Kompromi merupakan salah satu upaya menuju pencapaian kesepakatan
kedua belah pihak dalam bernegosiasi. Dalam upaya menu kompromi, seseorang
negosiator rmenyajikan kerangka dasar atau garis besarnya terlebih dulu,
kemudian melangkah pada perbedaan kedua belah pihak secara lebih spesifik, dan
akhirnya disajikan pernyataan yang bersifat penilaian untuk mendukung posisi
mereka sendiri.
e.
Menghindari kesalahan taktis
Bagaimana seorang negosiator harus menghindari kesalahan taktis? Agar
negosiasi sukses, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dihindari dalam
melakukan negosiasi, antara lain: mengajukan permintaan awal yang tidak logis
(permintaan tinggi untuk penjual dan permintaan rendah untuk pembeli), membuat
konsesi bebas, memulai tanpa daftar penawaran, melakukan negosiasi terlalu
cepat,bernegosiasi saat terkejut,menghargai tawaran yang tidak masuk akal,
takut diam, marah, tidak menuliskan hasil negosiasi, bernegosiasi pada saat
lelah, mengecewakan bos Anda, dan memaksakan bernegosiasi.
Menurut Casse, ketrampilan
bernegosiasi dapat dibedakan ke dalam dua kelompok besar, yaitu ketrampilan
konvensional / conventional skills (untuk negosiator konvensional) dan
nonkonvensional no-conventional skills (untuk negosiator nonkonvensional).
Menurut Oliver,ada enam kunci dasar yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi,
antara lain: persiapan yang baik, berlatih, menggambarkan posisi Anda, membuat
usulan, penawaran, dan persetuuan. Masing-masing kunci dasar dalam
bernegosiasi tersebut dapat dijelaskan berikut ini.
a)
Persiapan
yang baik.
Negosiasi yang tidak disertai persiapan yang baik tidak akan mampu menghasilkan kesepakatan secara optimal. Semakin penting negosiasi, seiakan banyak persiapan yang harus dilakukan. Lakukan identifikasi pada tahap persiapan atas hal-hal berikut: Kemungkinan pihak lawan membuka pernyataan dan posisi, bagaimana Anda bergerak dari posisi pihak lawan menuju aspirasi Anda, masalah potensial,rintangan, kesempatan, kebutuhan dan pilihan yang dimiliki lawan Anda, bagaimana idealism dan garis Anda, pertimbangan biaya setiap gerakan yang mungkin Anda buat dan itu dapat menguntungkan pihak lawan Anda, dan antisipasi apa konsesi yang akan diberikan oleh pihak lawan Anda.
Negosiasi yang tidak disertai persiapan yang baik tidak akan mampu menghasilkan kesepakatan secara optimal. Semakin penting negosiasi, seiakan banyak persiapan yang harus dilakukan. Lakukan identifikasi pada tahap persiapan atas hal-hal berikut: Kemungkinan pihak lawan membuka pernyataan dan posisi, bagaimana Anda bergerak dari posisi pihak lawan menuju aspirasi Anda, masalah potensial,rintangan, kesempatan, kebutuhan dan pilihan yang dimiliki lawan Anda, bagaimana idealism dan garis Anda, pertimbangan biaya setiap gerakan yang mungkin Anda buat dan itu dapat menguntungkan pihak lawan Anda, dan antisipasi apa konsesi yang akan diberikan oleh pihak lawan Anda.
Berlatih bernegosiasi merupakan kunci percaya diri. Hal itu dapat menjadi
pintu pembuka besar atau kecil masalah dan kesulitan yang akan muncul. Cobalah
rinci bagaimana Anda berlatih, pendekatan apa yang akan Anda gunakan,
pernyataan kunci apa yang akan Anda sampaikan, dan bagaiman Anda merespons
pernyataan pihak lawan Anda. Jangan bimbang dan ragu, berlatih dan berlatilah!
Semakin sering berlatih dan selalu memperbaiki diri setiap terjadi kekeliruan
akan menjadikan modal dasar yang berharga menuju kesuksesan Anda.
Menggambarkan posisi Anda Pada beberapa titik, setiap sisi
menggambarkan posisi mereka dengan jelas. Tujuan Anda adalah bagaimana
memberikan kesempatan kepada pihak lawan untuk berbicara tentang berbagai hal
yang berkaitan dengan apa, bagaimana, kapan, dimana, dan mengapa negosiasi
perlu dilakukan. Anda harus dapat mengendalikan apa yang seharusnya anda
lakukan dan jangan terpengaruh oleh pihak lawan Anda.
Membuat suatu usulan / propos. Jika pihak lawan Anda mengisyaratkan
tidak membuat suatu usulan (proposal) yang ingin diajukan dalam bernegosiasi,
satnya bagi Anda untuk mengusulkannya. Hal itu juga akan memberikan suatu
konsensi yang terlalu dini oleh pihak lawan. Namun demikian, pada babak awal
tersebut janganlah terlalu berharap munculnya sebuah kesepakatan. Masih aada
kata-kata tawaran berikutnya yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam
bernegosiasi.
b) Penawaran
Salah satu respon yang eektif dalam bernegosiasi adalah bagaimana melakukan
tawaran bagi pihak lawan dengan cara-cara yang baik. Bagaimanapun, proses
bernegosiasi tidak dapat dilepaskan dengan proses penawaran. Gunakan kesempatan
proses penawaran ini dengan sebaik-baiknya.
Persetujuan dalam proses penawara yang intens,sangatlah mudah untuk melupakan apa yang telah disetujui. Sasaran dari setiap kali bernegoisai adalah untuk mencapai kesepakatan. Suatu kesepakatan itu tidak hanya terbatas pada hasil akhir dari kesepakatan, tetapi butir-butir dari setiap kesepakatan juga menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam proses bernegosiasi.
Untuk mencapai suatu kesepakatan yang baik (efektif) bagi kedua belah pihak, Anda perlu memahami dengan sebaik-baiknya apa yang sebenarnya diinginkan oleh pihak lawan. Menurut Mattock dan Ehrenborg, ada sepuluh hal yang sangat diinginkan oleh pihak lawan Anda, antara lain (1) merasa nyaman akan dirinya sendiri, (2) tidak merasa dibohongi, (3) sekutu yang kekal, (4) mengetahui dan memahami lebih banyak, (5) menyelesaikan negosiasi tanpa harus bekerja terlalu kera, (6) uang, barang, dan pelayanan yang bagus, (7) diperlakukan dengan ramah-artinya didengarka, (8) disenangi, (9) komunikasi yang jelas, (10) mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan kerjanya.
Persetujuan dalam proses penawara yang intens,sangatlah mudah untuk melupakan apa yang telah disetujui. Sasaran dari setiap kali bernegoisai adalah untuk mencapai kesepakatan. Suatu kesepakatan itu tidak hanya terbatas pada hasil akhir dari kesepakatan, tetapi butir-butir dari setiap kesepakatan juga menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam proses bernegosiasi.
Untuk mencapai suatu kesepakatan yang baik (efektif) bagi kedua belah pihak, Anda perlu memahami dengan sebaik-baiknya apa yang sebenarnya diinginkan oleh pihak lawan. Menurut Mattock dan Ehrenborg, ada sepuluh hal yang sangat diinginkan oleh pihak lawan Anda, antara lain (1) merasa nyaman akan dirinya sendiri, (2) tidak merasa dibohongi, (3) sekutu yang kekal, (4) mengetahui dan memahami lebih banyak, (5) menyelesaikan negosiasi tanpa harus bekerja terlalu kera, (6) uang, barang, dan pelayanan yang bagus, (7) diperlakukan dengan ramah-artinya didengarka, (8) disenangi, (9) komunikasi yang jelas, (10) mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan kerjanya.
4.
Kemampuan-kemampuan
dasar bernegosiasi
Faktor yang paling berpengaruh dalam negosiasi adalah
filosofi yang menginformasikan bahwa masing-masing pihak yang terlibat.Ini
adalah kesepakatan dasar kita bahwa "semua orang menang", filsafat
ini menjadi dasar setiap negosiasi.[] Kunci untuk mengembangkan
filsafat supaya "semua orang menang" adalah dengan mempertimbangkan
setiap aspek negosiasi dari sudut pandang pada pihak lain dan pihak negosiator.
5.
Tujuan Negoisasi
1.
Waktu
persiapan yang memadai
2.
Sasaran yang
jelas.
3.
Informasi
yang jelas mengenai lawan negosiasi yang terlibat.
4.
Strategi
atau rencana negosiasi yang jelas.
5.
Penggunaan taktik,
penentuan waktu yang tepat untuk bernegosiasi.
6.
Kesediaan
semua pihak yang terlibat,untuk bersifat terbuka.
7.
Kemauan
untuk kompromi dari kedua belah pihak.
8.
Tercapainya
kesepakatan kedua belah pihak, dengan hasil yang jelas disertai pencatatan.
9.
Kesepakatan
benar-benar dilaksanakan.
6.
Adapun Langkah -
Langkah Benegoisasi
A. Persiapan
Langkah pertama dalam
melakukan negosiasi adalah langkah persiapan. Persiapan yang baik merupakan
fondasi yang kokoh bagi negosiasi yang akan kita lakukan. Hal tersebut akan
memberikan rasa percaya diri yang kita butuhkan dalam melakukan negosiasi. Yang
pertama harus kita lakukan dalam langkah persiapan adalah menentukan secara
jelas apa yang ingin kita capai dalam negosiasi. Tujuan ini harus jelas
dan terukur, sehingga kita bisa membangun ruang untuk bernegosiasi. Tanpa
tujuan yang terukur, kita tidak memiliki pegangan untuk melakukan tawar-menawar
atau berkompromi dengan pihak lainnya.
Hal kedua dalam persiapan negosiasi adalah kesiapan mental kita. Usahakan
kita dalam kondisi relaks dan tidak tegang. Cara yang paling mudah adalah
dengan melakukan relaksasi. Bagi kita yang menguasai teknik pemrograman kembali
bawah sadar (subconscious reprogramming) kita dapat melakukan latihan negosiasi
dalam pikiran bawah sadar kita, sehingga setelah melakukannya berkali-kali
secara mental, kita menjadi lebih siap dan percaya diri.
Mengawali sebuah negoisasi
tidaklah semudah yang kita bayangkan. Kita harus mampu menciptakan atmosfir
atau suasana yang tepat sebelum proses negoisasi dimulai. Untuk mengawali
sebuah negoisasi dengan baik dan benar. kita perlu memiliki rasa percaya diri.
Ketenangan dan kejelasan dari tujuan kita melakukan negoisasi. Ada tiga sikap
yang perlu kita kembangkan dalam mengawali negoisasi yaitu: pleasant (menyenangkan), assertive
(tegas, tidak plin - plan),dan firm (teguh dalam
pendirian). Senyum juga salah satu hal yang kita perlukan dalam mengawali
sebuah negoisasi. Sehingga hal tersebut akan memberikan perasaan nyaman dan
terbuka bagi kedua pihak. Berikut ada beberapa tahapan dalam mengawali sebuah
negoisasi. Jangan memegang apa pun ditangan kanan ketika anda memasuki ruangan
negoisasi. Ulurkan tangan untuk berjabat tangan terlebih dulu. Jabat tangan
dengan tegas dan singkat. Berikan senyum dan katakan sesuatu yang pas untuk
mengawali pembicaraan.
Selanjutnya dalam pembicaraan awal. mulailah dengan membangun common
ground. Yaitu sesuatu yang menjadi kesamaan antar kedua pihak dan
dapat dijadikan landasan bahwa pada dasarnya selain memiliki perbedaan. Kedua
pihak memiliki beberapa kesamaan yang dapat dijadikan dasar untuk membangun
rasa percaya.
B.
Pembukaan
Mengawali sebuah negosiasi
tidaklah semudah yang kita bayangkan. Kita harus mampu menciptakan atmosfir
atau suasana yang tepat sebelum proses negosiasi dimulai. Untuk mengawali
sebuah negosiasi dengan baik dan benar, kita perlu memiliki rasa percaya diri,
ketenangan, dan kejelasan dari tujuan kita melakukan negosiasi. Ada tiga sikap
yang perlu kita kembangkan dalam mengawali negosiasi yaitu: pleasant
(menyenangkan), assertive (tegas, tidak plin-plan), dan firm (teguh dalam
pendirian). Senyum juga salah satu hal yang kita perlukan dalam mengawali
sebuah negosiasi, sehingga hal tersebut akan memberikan perasaan nyaman dan
terbuka bagi kedua pihak. Berikut ada beberapa tahapan dalam mengawali
sebuah negosiasi:
a. Jangan memegang apapun di tangan kanan anda ketika
memasuki ruangan negosiasi;
b. Ulurkan tangan untuk berjabat tangan terlebih dulu;
c. Jabat tangan dengan tegas dan singkat;
d. Berikan senyum dan katakan sesuatu yang pas untuk
mengawali pembicaraan.
Selanjutnya dalam pembicaraan awal, mulailah dengan
membangun common ground, yaitu sesuatu yang menjadi kesamaan antar kedua pihak
dan dapat dijadikan landasan bahwa pada dasarnya selain memiliki perbedaan,
kedua pihak memiliki beberapa kesamaan yang dapat dijadikan dasar untuk
membangun rasa percaya.
C.
Memulai proses negosiasi
Langkah pertama dalam memulai
proses negosiasi adalah menyampaikan (proposing) apa yang menjadi keinginan
atau tuntutan kita. Yang perlu diperhatikan dalam proses penyampaian tujuan
kita tersebut adalah:
a. Tunggu saat yang tepat bagi kedua pihak untuk
memulai pembicaraan pada materi pokok negosiasi;
b. Sampaikan pokok-pokok keinginan atau tuntutan pihak
anda secara jelas, singkat dan penuh percaya diri;
c. Tekankan bahwa anda atau organisasi anda
berkeinginan untuk mencapai suatu kesepakatan dengan mereka;
d. Sediakan ruang untuk manuver atau tawar menawar dalam negosiasi, jangan membuat hanya dua pilihan ya atau tidak;
d. Sediakan ruang untuk manuver atau tawar menawar dalam negosiasi, jangan membuat hanya dua pilihan ya atau tidak;
e. Sampaikan bahwa “jika mereka memberi anda ini anda
akan memberi mereka itu – if you’ll give us this, we’ll give you that.”
Sehingga mereka mengerti dengan jelas apa yang harus mereka berikan
sebagai kompensasi dari apa yang akan kita berikan.
Hal kedua dalam tahap
permulaan proses negosiasi adalah mendengarkan dengan efektif apa yang
ditawarkan atau yang menjadi tuntutan pihak lain. Mendengar dengan efektif
memerlukan kebiasaan dan teknik- teknik tertentu. Seperti misalnya bagaimana
mengartikan gerakan
tubuh dan ekspresi wajah pembicara. Usahakan selalu membangun kontak mata dengan pembicara dan kita berada dalam kondisi yang relaks namun penuh perhatian.
tubuh dan ekspresi wajah pembicara. Usahakan selalu membangun kontak mata dengan pembicara dan kita berada dalam kondisi yang relaks namun penuh perhatian.
D.
Zona Tawar Menawar (The Bargaining
Zone)
Dalam proses inti dari
negosiasi, yaitu proses tawar menawar, kita perlu mengetahui apa itu The
Bargaining Zone (TBZ). TBZ adalah suatu wilayah ruang yang dibatasi oleh harga
penawaran pihak penjual (Seller’s Opening Price) dan Tawaran awal oleh pembeli
(Buyer’s Opening Offer). Di antara kedua titik tersebut terdapat Buyer’s Ideal
Offer, Buyer’s Realistic Price dan Buyer’s Highest Price pada sisi pembeli dan
Seller’s Ideal Price, Seller’s Realistic Price dan Seller’s Lowest Price pada
sisi pembeli.
Kesepakatan kedua belah pihak
yang paling baik adalah terjadi di dalam wilayah yang disebut Final Offer Zone
yang dibatasi oleh Seller’s Realistic Price dan Buyer’s Realistic Price.
Biasanya
kesepakatan terjadi ketika terdapat suatu overlap antara pembeli dan penjual dalam wilayah Final Offer Zone.
kesepakatan terjadi ketika terdapat suatu overlap antara pembeli dan penjual dalam wilayah Final Offer Zone.
E.
Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam proses
negosiasi adalah membangun kesepakatan dan menutup negosiasi. Ketika tercapai
kesepakatan biasanya kedua pihak melakukan jabat tangan sebagai tanda bahwa
kesepakatan (deal or agreement) telah dicapai dan kedua pihak memiliki komitmen
untuk melaksanakannya.
Yang perlu kita ketahui dalam
negosiasi tidak akan pernah tercapai kesepakatan kalau sejak awal masing-masing
atau salah satu pihak tidak memiliki niat untuk mencapai kesepakatan.
Kesepakatan harus dibangun dari keinginan atau niat dari kedua belah pihak.
Sehingga kita tidak bertepuk sebelah tangan. Sehingga penting sekali dalam
awal-awal negosiasi kita memahami dan mengetahui sikap dari pihak lain, melalui
apa yang disampaikan secara lisan, bahasa gerak tubuh maupun ekspresi wajah.
Karena jika sejak awal salah satu pihak ada yang tidak memiliki niat atau
keinginan untuk mencapai kesepakatan, maka hal tersebut berarti membuang waktu
dan energi kita. Untuk itu perlu dicari jalan lain, seperti misalnya:
conciliation, mediation dan arbitration melalui pihak ketiga.
Demikian sekilas mengenai negosiasi, yang tentunya
masih banyak hal lain yang tidak bisa dikupas dalam artikel pendek. Yang
penting bagi kita selaku praktisi Mandiri, kita harus tahu bahwa negosiasi
bukan hal yang asing. Setiap kita adalah negosiator dan kita melakukannya
setiap hari setiap saat. Selain itu negosiasi memerlukan karakter (artinya menggunakan seluruh hati dan pikiran kita), memerlukan penguasaan metoda ataupun teknik-tekniknya dan memerlukan kebiasaan dalam membangun perilaku bernegosiasi yang baik dan benar.
setiap hari setiap saat. Selain itu negosiasi memerlukan karakter (artinya menggunakan seluruh hati dan pikiran kita), memerlukan penguasaan metoda ataupun teknik-tekniknya dan memerlukan kebiasaan dalam membangun perilaku bernegosiasi yang baik dan benar.
7.
Jenis - Jenis
Negoisasi
a. Negosiasi win -win yaitu Kedua belah pihak memperoleh
keuntungan yang seimbang
b. Negosiasi win lose yaitu Kemenangan salah satu negosiator
diatas kekalahan negosiator yang lain.
c. Negosiasi koersif yaitu Menggunakan kekuatan untuk menekan lawan.
8. Kesimpulan
Kesimpulan yang kami dapatkan
setelah mengupas secara mendalam tentang diatas adalah bahwa perkembangan
keterampilan negosiasi adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan kita sehari-hari, karena hampir setiap hari kita melakukan suatu
negosiasi. Oleh karena itu, keterampilan dalam bernegosiasi adalah hal yang
mutlak diperlukan, agar nantinya negosiasi yang diadakan dapat berjalan lancar
dan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam bernegosiasi hendaknya menggunakan
bahasa yang santun, dan keputusan bersama yang dihasilkan nantinya dapat
menguntungkan kedua belah pihak. Adapun teks negosiasi tersebut bermanfaat
dalam penyelesaian konflik, mengatasi kesalahpahaman, memperlancar penawaran,
dan pada kegiatan jual beli barang/jasa.
1. Proses negosiasi berprinsip diawali dengan tahap persiapan hingga mencapai
kesimpulan, dan melakukan tindak lanjut
2. Keterampilan
komunikasi mengena sangat penting dalam membangun hubungan yang efektif
dengan negosiasi.
3. Keterampilan
negosiasi akan semakin terasa bila sering berlatih, jadi sebaiknya anda segera
menerapkannya dalam peran kehidupan anda.
menerapkannya dalam peran kehidupan anda.
Study Account
Really Account
No comments:
Post a Comment