Peran Agama Dalam Etika Profesi
MAKALAH
PERAN AGAMA DALAM ETIKA PROFESI
DISUSUN OLEH :
1 . ADE KURNIAWAN
2. SETIAWAN JODI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
DIAN CIPTA CENDIKIA KOTABUMI
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah swt sebagai ungkapan rasa syukur kami atas rahmat, taufik, dan hidayahnya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang membahas tentang “Etika Profesi”
Dalam penulisan makalah ini, kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penulisan makalah ini.
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari segala kesempurnaan, hal itu dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat mengaharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata , kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Penulis
BAB I
A. Latar Belakang
Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukan dari segi tuntutan pekerjaannya. Islam – sebagai agama universal – pun menawarkan konsep yang komprehensif tentang persoalan ini.
Bisnis atau usaha perniagaan/perdagangan atau usaha komersial merupakan salah satu yang penting bagi kehidupan manusia, oleh karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagaian dari tugas etika bisnis sesungguhnya ialah mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi yang umum dan khusus, yang pada gilirannya akan berbicara tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem tersebut. Al-Quran memberikan informasi yang cukup banyak berkaitan dengan hal tersebut. Makalah ini mencoba mengetengahkan pemikiran mengenai hal yang perlu diperhatikan dalam mencari dan menentukan ukuran yang akan dipakai dalam merumuskan sesuatu yang profesional yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Serta saran pemikiran yang dapat dipakai sebagai masukan untuk melakukannya.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana etika profesi dalam pandangan islam ?
C.Tujuan
Agar mahasiswa dapat menjelaskan etika profesi menurut Islam beserta landasannya.
BAB II
A. Landasan Etika Profesi dalam Islam.
Dalam islam, tuntunan bekerja adalah merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap muslim agar kebutuhan hidupnya sehari-hari bisa terpenuhi. Salah satu jalan untuk memenuhi kebutuhan itu antara lain melalui aktivitas bisnis seperti yang telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw sejak beliau masih muda. Hanya saja beliau dalam berbisnis benar-benar menerapkan standar moral yang digariskan dalam Al-Qur’an. Bekerja merupakan kewajiban setiap muslim. Dengan bekerja seorang muslim akan dapat mengekspresikan dirinya sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna didunia. Kerja atau amal adalah bentuk keberadaan manusia. Artinya manusia ada karena kerja, dan kerja itulah yang membuat atau mengisi eksistensi kemanusiaan. Karena itu Rene Descratres, seorang filosof Perancis, mengatakan “Aku berfikir, maka aku ada” (Cogito ergo sum) – karena berfikir baginya adalah bentuk wujud manusia. Dalam ajaran islam ungkapan itu seharusnya “Aku berbuat, maka aku ada.”
Dalam islam, harga (nilai) manusia tidak lain ialah amal perbuatannya atau kerjanya. Inilah yang dimaksud manusia ada karena amalnya, dan bahkan dengan amalnya yang baik itu manusia mampu mencapai derajat yang setinggi-tingginya, yaitu bertemu dengan Tuhannya dengan penuh keridlaan. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Kahfi, 18:10 yang artinya “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan jangan ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
Setiap pekerjaan yang baik yang dilakukan karena Allah sama halnya dengan melakukan jihad fi sabilillah. Jihad memerlukan motivasi, sedangkan motivasi memerlukan pandangan hidup yang jelas dalam memandang sesuatu. Itulah yang dimaksud dengan etos dan etos kerja seorang muslim harus selalu dilandasi dengan Al-Qur’an dan Hadits.
B. Etika berprofesi dalam pandang Islam.
Dalam berprofesi islam menyerukan untuk mengikuti jalan rasulullah dalam berkerja yaitu dengan landasan pandangan islam, yaitu :
1. Shiddiq
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (Q.S. At-Taubah :119)
2. Amanah
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. An-Nisa :58).
3. Tabligh
“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
4. Fatanah
Yusuf Berkata : “Jadikanlah aku bendaharawan Negara (Mesir) ; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Q.S. Yusuf :55).
5. Istiqamah
Q.S Fussilat : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) :”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.(30). “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan diakherat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) didalamnya apa yang kamu minta”.
Berdasarkan firman Allah tersebut keutamaan dalam Bekerja terbagi menjadi lima yaitu :
1. Orang yang Ikhlas bekerja akan mendapatkan ampunan dosa dari allah swt
2. Akan diampuninya dosa yang tidak dapat diampuni dengan shalat, puasa, zakat, haji dan umroh
3. mendapatkan 'cinta allah swt'
4. terhindar dari azab neraka
5. bekerja adalah sebagian dari jihad
C. Ciri-ciri etos kerja Islami
Ciri-ciri orang yang menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tingkah lakunya. Diantaranya :
1. Kecanduan terhadap Waktu
Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja adalah cara seseorang menghayati,memahami,dan merasakan betapa berharganya waktu. Bagi seorang muslim yang menghargai waktu, baginya waktu adalah aset illahiyyah yang sangat berharga, ladang subur yang membutuhkan ilmu dan amal untuk diolah serta dipetik hasilnya pada waktu yang lain. Waktu adalah kekuatan, mereka yang mengabaikan waktu berarti menjadi budak kelemahan. Bila John F Kennedy berkata “The full use of yours powers along lines of excellence” (memanfaatkan seluruh kekuatan, anda sedang menuju puncak kehidupan). Maka seorang muslim berkata “Waktu adalah kekuatan, bila kita memanfaatkan seluruh waktu, kita sedang berada diatas jalan keberuntungan.” Hal ini sebagaimana firman Allah pada Q.S Al-Ashr : 1-3 :
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ((3
Artinya : “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Seorang muslim akan menjadikan waktu sebagai wadah produktifitas. Sadar untuk tidak memboroskan waktu, setiap pribadi muslim yang memiliki etos kerja yang tinggi akan segera menyusun tujuan, membuat perencanaan kerja, kemudian melakukan evaluasi atas hasil kerjanya.
2. Memiliki Moralitas yang bersih (Ikhlas)
Salah satu kompetensi morla yang dimiliki seseorang yang berbudaya kerja islami itu adalah keikhlasan. Karena ikhlas bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan bentuk pelayanan tanpa ikatan. Dengan demikian, ikhlas merupakan energi batin yang akan membentengi diri dari segala bentuk yang kotor.
3. Kecanduan Kejujuran
Pribadi muslim merupakan tipe manusia yang terkena kecanduan kejujuran, dalam keadaan apapun, dia merasa bergantung pada kejujuran. Dia pun bergantung pada amal saleh. Sekali dia berbuat jujur atau amal saleh yang prestatif, dirinya bagaikan ketagihan untuk mengulanginya lagi. Dia terpenjara pada cintanya kepada Allah. Tidak ada kebebasan yang dia nikmati kecuali dalam pelayanannya kepada Allah.
4. Memiliki Komitmen
Yang dimaksud dengan komitmen adalah keyakinan yang mengikat (aqad) sedimikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah tertentu yang diyakininya (i’tiqad). Mereka yang memiliki komitmen tidak mengenal kata menyerah. Mereka akan berhenti menapaki cita-citanya bila langit sudah runtuh. Komitmen adalah soal tindakan, keberanian. Komitmen bukannya komat-kamit, melainkan soal kesungguhan dan kesinambungan.
5. Istiqamah
Pribadi muslim yang profesional dan berakhlak memiliki sikap konsisten, yaitu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip serta komitmennya walau harus berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka mampu mengendalikan diri dan mengelola emosinya secara efektif.
Karakteristik etos kerja dalam beristiqamah dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
1. Kerja merupakan penjabaran akidah
2. Kerja dilandasi Ilmu
3. Kerja dengan meneladani sifat-sifat Illahi serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.
BAB III
A. Kesimpulan
1) Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggungjawabkan tugas yang dilakukan dari segi tuntutan pekerjaannya. Islam – sebagai agama universal – pun menawarkan konsep yang komprehensif tentang persoalan ini.
2) Setiap pekerjaan yang baik yang dilakukan karena Allah sama halnya dengan melakukan jihad fi sabilillah. Jihad memerlukan motivasi, sedangkan motivasi memerlukan pandangan hidup yang jelas dalam memandang sesuatu. Itulah yang dimaksud dengan etos dan etos kerja seorang muslim harus selalu dilandasi dengan Al-Qur’an dan Hadits.
3) Dalam berprofesi islam menyerukan untuk mengikuti jalan rasulullah dalam berkerja yaitu dengan landasan pandangan islam, yaitu :
a. Shiddiq
b. Amanah
c. Tabligh
d. Fatanah
e. Istiqamah
B. Saran
Dalam berbisnis kita harus sadar bahwa bukan hanya keuntungan yang dicari tetapi juga keberkahan rezeki yang kita dapat tersebut. Dari sekarang kita belajar bahwa dalam berbisnis atau bekerja dengan baik itu harus disandarkan dengan profesional serendah mungkin pekerjaan yang kita lakukan, karena Islam selalu menuntut ke adilan dalam setiap umatnya. Jadi, berprofersi secara islam itu membawa dampak yang baik kita. Jadi, mari kita tinggalkan berprofesi secara tidak profesional, mulailah berprofesi atau bekerja secara profesional.
C. Daftar Pustaka
Djakfar, Muhammad (2008), etika bisnis islam (Tataran Teoritis dan Praktis), Malang, UIN-MALANG PRESS (Anggota IKAPI).
Bin Ahmad Al-Haritsi, DR.Jaribah (2006), FIKIH EKONOMI UMAR bin Al-Khathab, Jakarta Timur, KHALIFA (Pustaka Al-kautsar Grup).

No comments:
Post a Comment